Selasa, 16 Agustus 2016

Penyu sangat dilindungi, mengkonsumsi bisa kena penyakit

Suara Bamega Kotabaru, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut‎, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Dan Laut ( BPSPL ) Pontianak kunjungi Dinas Kelautan dan Perikanan, Kamis (21/07).

Bertempat di Aula Dinas Perikanan Kelautan Dan Perikanan Kotabaru, dilaksanakan sosialisasi konservasi jenis ikan yang dilindungi (penyu). 

Dihadiri Satker BPSPL Banjarmasin, Plt Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan,‎ Dinas Perdagangan, Karantina ikan, BKSDA Kalsel, Lanal, Pol Airud, perwakilan Camat, Kepala Desa, tokoh nelayan Kotabaru.

Gatreda Melsina Hehanussa, ‎kepala BPSPL dalam sambutannya mengatakan, Provinsi Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Kotabaru memiliki potensi yang cukup besar. Ada beberapa jenis ikan yang dilindungi seperti; Penyu, Paus, lumba-lumba dan sebagainya. Untuk habitat penyu dilindungi baik Internasional dan Nasional yang mana tidak boleh diperdagangkan baik bagian tubuhnya maupun produk turunannya.

" Pelanggaran terhadap aturan yang berlaku akan kena Pidana, denda, ditambah lagi UU No 5 Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Keppres No 43 Tahun 1978," sebutnya.

BPSPL Pontianak melakukan survey dan sosialisasi kepada masyarakat, intsansi terkait dan langsung memberikan himbauan dilapangan bagaimana melestarikan penyu.

" Stop menangkap penyu, stop mengganggu sarang penyu, stop memakan daging penyu, stop mengkonsumsi telur penyu, stop ‎memperjual belikan seluruh atau bagian tubuh dan telur penyu, stop menggunakan aksesoris berbahan karapas/sisik/tempurung Penyu."

Ia menyebut, mengkonsumsi telur penyu dapat menyababkan kerusakan ginjal, diare, typhus, keguguran pada janin, tekanan darah tinggi, jantung, dan stroke.

Plt.Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Fachruddin Rif'ani mengucapkan terima kasih atas kunjungan BPSPL Pontianak dan BPSPL Satker Banjarmasin.

" Beberapa waktu lalu saat kunjungan  Bupati ‎ke beberapa Kecamatan, kita mendapat banyak PR.
Ada laporan masyarakat di pulau sembilan bahwa terjadi hal-hal yang sifatnya pengrusakan, pembunuhan terhadap penyu, pengambilan telur penyu yang seenaknya," katanya.

Dengan adanya sosialisasi ini Dinas Kelautan dan Perikanan merasa terbantu  dalam kerjasama, satu pikiran menangani konservasi jenis ikan yang dilindungi. (Hasan)

Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top