Senin, 05 September 2016

Sosialisasi Petunjuk Pelaksaan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi

Suara Bamega Kotabaru, Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi maka kebutuhan pupuk harus berdasarkan kebutuhan petani dan petambak yang disusun secara berkelompok dalam bentuk Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) bertempat di Aula Dinas Pertanian Senin (05/09/16)

Acara Sosialisasi Petunjuk Pelaksaan RDKK di hadiri oleh Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, CV Agustina Distributor PPK Sub Kotabaru, Mentri Tani, Penyuluh, PPL, Pemilik Kios Pupuk,

Kabid sarana dan prasrana Dinas Pertanian Ir. Joko Pitayo mengatakan, "Tahun 2016 alokasi pupuk kita Urea 28,96 ton, SP36  400 ton, Za 125 ton, pupuk NPK 4336 dan pupuk organik 87 ton jadi alokasi yang pertama, kita berharap kios melayani keperluan Petani sesuai RDKK yang di kumpul di kios tersebut dengan pelayanan yang baik, lancar sesuai musin tanam di daerah tersebut, maka perlu di lakukan suatu gerakan untuk mendorong kelompok tani menyusun RDKK yang di bimbing oleh Penyuluhan, Mantri tani, Kepala Dinas,  di dukung Kepala desa/Lurah,

CV Agustina distributor penyalur pupuk bersubsidi Kabupaten Kotabaru Darmansyah mengatakan ,  "Sebenarnya pupuk itu kan kami distributor menebus tunai, kebijakan itu kita serah kan ke kios bagaimana menyiasati agar petani bisa dapat pupuk mau kasih kredit tapi tetap harga Het, apa bila ada hal - hal penyimpangan, kurang berkenan di situ kalau sipatnya lisan kami tidak bisa menindak lanjuti  harus di laporkan secara tertulis, kita kasih peringatan pertama, ke-dua, ke-tiga sampai pembinaan dengan evaluasi dan tindakan paling keras.

Kata Darmansyah, "Pupuk yang di salurkan ke kios semua pupuk yang bersubsidi seperti Urea, NPK, ZA, SP36, Organik, jumlah kios yang menyalurkan pupuk subsidi ada 18 kios Sekotabaru dan dari segi pengawasan pupuk subsidi kita di bantu tim verifikasi lapangan, Dinas Pertanian, Mentri Tani, Penyuluh, kita mohon kepada Kios dan petani pupuk jangan di salah gunakan, tugas kios itu melayani kebutuhan RDKK itu, kita pesan kepada kios kalau jual pupuk subsidi ini  harus keperuntukan jangan  sampai kios tidak tahu minimal ada catatan untuk pengeluaran untuk kelompok mana,  jangan sampai nanti hanya kelalaian, disimpan sedikit, hilang nanti jadi perkara.

Mantri Tani Kec.Kelumpang Tengah Arpandi, "Kalau mendapatkan pupuk harus membuat RDKK jadi anggota kelompok bersama ketua kelompok  membuat RDKK, tanpa ada RDKK pupuk tidak bisa turun ke kios, cara mendapatkan pupuk dari kelompok, anggota membuat RDKK sesuai kebutuhan dan luas yang di usahakan.

Kios Makmur Jaya desa Serongga Zainul Supriyadi mengatakan, "melayani pupuk subsidi sembilan desa dengan sistem berlaku saat ini harus memberikan atau mengajukan RDKK dan berjalan normal dari pihak PPL mendukung, harapan kami dari kios hendaknya di tingkatkan kerja sama kelompok tani dan Dinas Pertanian karena ada sebagian kecil masyarakat tidak mengerti tentang penyaluran pupuk subsidi, "tutupnya.(Hasan)

Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top