Jumat, 10 Februari 2017

Mediasi Terkait Klaim Lahan Masyarakat Tanjung Pengharapan Terhadap Perkebunan Sawit PT. BSS

Kotabaru (Suara Bamega) Rapat Mediasi Terkait Klaim Lahan Masyarakat Desa Tanjung Pengharapan Terhadap Perkebunan Kelapa Sawit PT. Bersama Sejahtera Sakti (BSS), Jum'at (10/02/17) di kantor Camat Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.

Rapat Mediasi di hadiri Camat Pulau Laut Timur, Sekcam, Kapolsek, Danramil, PT.BSS, LSM Marginal Care, Masyarakat yang punya lahan di Tanjung Pengharapan.

Camat Pulau Laut Timur Kotabaru Hj. Erawati, S.Sos.M.Si mengatakan, " Hari ini kita mediasi kembali surat yang di ajukan oleh LSM Marginal Care terhadap Kapolres yang mana tembusannya pada kami, selain Kapolsek mungkin ini bukan yang pertama kali tetapi yang kesekian kali. Kayanya mediasi ini jalan ditempat menanggapi masalah ini mungkin kami juga minta masukan - masukan dari bapa - bapa sekalian berkaitan dengan tuntutan dari masyarakat dikuasakan kepada LSM Marginal Care terhadap lahan 1100 Hektar yang di kuasi oleh PT.BSS.

Kata Erawati," Hasil dari Mediasi hari belum adanya kesepakatan antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan melalui jalur Mediasi penyelesaian masalah sengketa lahan 1100 Hektar di Tanjung Pengharapan Kecamatan Pulau Laut Timur, ditempuh melalui pertemuan dengan Kuasa Hukum atas nama Masdari Kasmin SH.Lanjut Erawati, " Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan di kantor Bupati dengan menghadirikan Kuasa Hukum tersebut diatas dengan PT. BSS.

Kapolsek Pulau Laut Timur Kotabaru Iptu Riatman Purba mengatakan," Dalam Mediasi ini tentunya ada satu hal yang perlu kita pegang yaitu kepala dingin, tenang untuk tujuan yang bisa dicapai, selusi untuk penyesaian kedua belah pihak, kita berharap bisa diselesaikan namun kalau ini tidak bisa diselesaikan bisa dinaikan ke jenjang berikutnya kedua belah pihak agar bisa transparansi.

LSM Marginal Care Kotabaru Bahri, " Masyarakat menjadi korban, masalah jalan lingkar yaitu adanya rekayasa dan dikatakan tali asih bukan membayaran lahan kepada masyarakat, diharapkan perusahaan terbuka karena hak masyarakat tidak tersampaikan dan menurut pengakuan tidak menerima. Intinya tali asih bukan ganti rugi.

PT. Bersama Sejahtera Sakti (BSS) Yuswardana mengatakan, " Menyikapi tuntutan dari LSM Marginal Care pada perinsipnya perusahaan melakukan kegiatan sudah sesuai dengan tahapan. Tahapan dapat ijin Lokasi, inpentarisir tahun1998 area 1100 yang bisa dilakukan perusahaan, pembayaran ganti rugi tahun 1999 pihak perusahaan ingin melalui jalur hukum untuk kepastian hukum. Tali asih diakui perusahaan bukan ganti rugi, melalui Tim P3D disepati tali asih dan yang menerima adalah perwakilan Masyarakat, tali asih sudah menerima oleh lima (5) Desa, pembayaran hanya dilakukan dua (2) kali.

Mantan Kepala Desa Tanjung Pengharapan Abdul Jalil  tahun (2008) mengatakan, " Pada tahun 1992, 1993,1994 terdapat aktipitas penanaman kelapa sawit tanpa diketahui pemerintah setempat, bahwa perusahaan telah menganti rugi  dan belum ada keputusan sampai saat ini.

Pemilik lahan Tanjung Pengharapan Ismail mengatakan, " Mempunyai lahan 42 Hektar kepemilikan bersaudara kata perusahaan sudah dibayar 6 orang mengatakan itu hanya rekayasa. Dan sampai sekarang belum ada pembayaran tahun 2011 dan tahun 2012, " tutupnya.(Hasan) 
Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top