Rabu, 01 Maret 2017

Bupati Kotabaru Kunjungi Masyarakat Desa Bekambit Asri Yang Terkena Gatal Gatal

Kotabaru (Suara Bamega) Bupati Kotabaru bersama Tim dan Dinas Linkungan Hidup turun kelapangan mendatangi masyarakat yang terkena gatal - gatal di duga akaibat pencemaran dari Perusahaan PT. BSS di Desa Bakambit Asri Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru Kalsel.

Dihadiri Bupati Kotabaru, Ketua Penggerak PKK Kotabaru, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan, Plt Kepala BPMPD, Kabad Hukum, Camat Pulau Laut Timur, Koramil Kodim 1004, Kapolsek Kepala Desa Bakambit Asri, Kepala Desa Bakambit Kampung, PT.BSS, Pokesmas desa, LSM DKMS, Awak Media dan lainnya.

Bupati Kotabaru H.Sayed Jafar, SH mengatakan, " Kita baru diberi tahu data - data sampel bukti - bukti yang di temukan mengenai pencemaran di Bakambit Asri ini, sebenarnya ini terlambat betul semestinya dari dulu saya tahu, masalah ini jadi tidak terlalau berkepanjangan mestinya ini udah selesai, tetapi saya lihat masalah ini tambah berkembang persolannya dan dilihat ada buktinya masyarakat yang terkena kena gatal - gatal. Makanya saya perintahkan Puskemas desa untuk mengobati apa penyebabnya, apa kah memang ada nya dari persoalan limbah atau bagaiman.

 Kata Jafar, " Nantinya sampel air, tanah akan di ambil kita lihat hasilnya bagaimana dan kalau ada planting perusahaannya kemudian ada obat dan lainnya, terus air mengalir ke laut terus obatnya mengedap ke tanah ini bisa terjadi seperti itu makanya kita akan mengambil sampel tanahnya itu kalau terbukti sapa tahu nanti ada masalah lain juga sekitar kampung itu. Kalau terbukti kita minta ke perusahaan bagaimana tanggung jawabnya untuk menggantikan persolan air itu. Yang jelas air itu tidak bisa di pakai untuk mencuci, mandi dan lainnya. Tim sudah turun mudah - mudahan hasilnya kita lihat makanya saya mau konsultasi sama perusahaan sejauh mana melihat kondisi ini ada proaktif kah. 

Kadis Lingkungan Hidup H. Said Rizal Fahri, S.Sos. M.AP mengatakan, " Kami akan menguji Sampel tanah ke Laboraturium di Balitra yang ada di Banjarbaru itu terakretasi tanah dan rama, jadi mungkin kita hasil yang bagus idepeden yang terakretasi dari pembiayaan kita siap rekan - rekan sudah menghubungi Laboraturium yang di Banjarbaru. 

Camat Pulau Laut Timur Hj. Erawati, S.Sos mengatakan, " Dari Kecamatan sudah memberitahu ke perusahaan PT, BSS tolong dilihat masyarakat terkena gatal - gatal di desa Bakambit Asri dan jauh - jauh hari sebelum ribut memang tidak ada tindakan dari perusahaan.

 Manager Gunung Kemasan Astet (GKE) PT. BSS Andreas Bubun mengatakan, " Perusahaan taat pada hukum seperti IUP, Amdal dan HGO semua susah ada, dalu tahap pertama sudah kita selesaikan planting dan mengambil titik sampel air, yang kedua dari Bakambit Asri baru mencuat setelah ada pengaduan dari Pekambit Asri dan belum ada tembusan kepada kami kemarin tentang gatal - gatal, baru ada demo baru turun dari DLH dan itu sudah kita tindak lanjuti. 

Perwakilan dari masyarakat Muhamad Halim mengatakan, " Kami mengingatkan kepada DLH tolong kalau kalau mengambilan sampel tanah orang yang mempunyai sertifikat jangan masyarakat disuruh mengambil sampel ini, ini pati akan menimbullakan keraguan sampel karena orang tidak berkompeten. 

Tukirah masyarakat Desa Bakambit Asri Kec Pulau Laut Timur Kotabaru mengatakan, " setiap turun ke sawah pasti tkena gena gatal - gatal, dulu masyarakat tidak pernah terkena gatal - gatal ini di sebabkan air, kalau kena air pasti gatal - gatal, " tutupnya.(Hasan)
Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top