Kamis, 02 Maret 2017

Sosialisasi Program Adiwiyata Tahun 2017 Dinas Lingkungan Hidup

Kotabaru (Suara Bamega) Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru sosialisasi Program Adiwiyata Tahun  2017 untuk meningkatkan pengetahuan sekolah tentang pendidikan berbasis lingkungan hidup sebagaimana Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2009 tentang pedoman pelaksanaan Adiwiyata, Kemis (02/03/17) di Balliroom Hotel Grand Surya Jl. Suryagandamana No. 10 Kabupetan Kotabaru Kalsel.

Acara sosialisasi program Adiwiyata tahun 2017 di hadiri Kasi Kemitraan Sarana Dan Peran Serta Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, Kepala Sekolah SMA, SMK, MAN, SMP, MTS, Guru dan lainnya.

  Kasi Kemitraan Sarana Dan Peran Serta Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan Ir. Hj. Endang Sri Norowaty mengatakan, " Sering kita lihat sampah di pinggiran kali disitu sampah sangat banyak menumpuk hampir 70% sampai 80% pencemaran sungai akibat penumpukan sampah, kita jangan menuduh atau mempitnah sesorang mari koreksi diri sendiri bagaimana mengolalah sampah dengan baik dan masih rendah keperdulian masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

 Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru H. Said Rizani Fahriani, S.Sos, MAP mengatakan, " Kabupaten Kotabaru ini sudah memiliki beberapa sekolah Adiwiyata baik yang sekala Kabupaten, Provinsi maupun Nasional, untuk Nasional saat ini langkahnya sudah tingkat Adiwiyata Nasional Mandiri ada 2 (dua) sekolah yang akan diseleksi ikut serta 2017, yaitu Madarasah Aliyah Negeri Kotabaru (MAN) dan SMAN 2 Kotabaru jadi dua sekolah ini mewakili Kotabaru mengikuti kegiatan Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional di Jakarta.

 " Salah satu kewajiban sekolah Adiwiyata Mandiri ini satu (1)sekolah membina sepuluh ( 10) sekolah jadi dua (2)ini membina dua puluh (20) sekolah, ketentuannya lagi dari sekolah binaan ini harus lolos di Tingkat Kabupaten yang sepuluh (10) sekolah binaannya ini. Kita sudah punya tingkat Kabupaten itu lebih dua puluh (20) sekolah,  Tingkat Provinsi hampir sepuluh, tingakt Nasional ada tiga dan Mandiri dua.

Kata Rizani, " Sekolah Adiwiyata ini adalah sekolah yang berbasis lingkungan jadi kegiatan- kegiatan di sekolah itu termasuk proses pembelajaran semua Terintegrasi dengan kegiatan lingkungan jadi kegiatan - kegiatannya kepada kebersihan, keindahan, pemampatanan, kelestarian, pengelolaan dan pengurangan beban pencemaran lingkungan. Kita berharap ke sekolah yang masih belum masuk Adiwiyata apa itu hanya level hanya Adiwiyata Kabupaten supaya di tingkatkan naik ketingkat Adiwiyata Provinsi kalau sudah Tingkat Provinsi. Kita harapkan masuk ke Adiwiyata Nasional, setelah Nasional masuk ke Adiwiyata Mandiri Nasional.setelah Mandiri Nasional.

Lanjut Rizani, " Setelah Mandiri Nasional kita berharap dari Kabupaten Kotabaru bisa mewakili Eko School Tingkat Asia Tenggara artinya sekolah berbasis lingkungan Tingkat Asia Tenggara. Jadi Kalimantan Selatan sudah punya satu sekolah yang mengikuti Eko School di Tingkat Internasional khususnya Asia Tenggara, program ini juga sejalan dengan program Adipura salah satu parameter penilaian Adipura itu adalah harus memiliki sekolah Adiwiyata baik Kabupaten, Provinsi, Nasional. Kita sudah memiliki sarat - sarat itu jadi sekolah - sekolah Adiwiyata ini jadi titik pantau penilaian Adipura, " tutupnya.(Hasan)
Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top