Selasa, 11 April 2017

Masyarakat Pulau Sebuku Kecewa Kapal Ferry Tidak Beroperasi

Kotabaru (Suara Bamega) Hearing Dengar pendapat kapan pengoperasian kapal Ferry Bamega Jaya Teluk Gosong Pulau Sebuku belum bisa di operasikan karena pelabuhan yang berada di Pulau Sebuku itu belum selesai dan menurut perencanaanya di target kan akhir 2018 nanti selesai, karena ini terkait dengan anggaran yang besar maka dia Multi Years maka tidak bisa sekaligus memang dilaksankan kegiatan pembangunannya, Senin (10/04/17) Diruangan Hering DPRD Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. 

Acara Hearing Dengar pendapat di hadiri Wakil Ketua DPRD Kab. Kotabaru, Anggota DPRD Kotabaru, DISHUB Kotabaru, KSOP, Camat Pulau Laut Timur, Camat Pulau Sebuku, Kepala Desa Teluk Gosong, Kepala Pulau Sebuku, LSM Kapak, Masyaraka Pulau Sebuku. 

 Wakil Ketua DPRD Kotabaru Muhammad Arif, SH mengatakan, " Pertemuan kita pada hari siang hari ini supaya kita mendapat informasi yang utuh, informasi yang Paripurna bagaimana kapan pengeoprasian kapal Ferry Bamega Jaya Teluk Gosong, Pulau Sebuku dan bagaimana tentang informasinya tentang pemberhentian kapal Ferry sekarang tidak beroparasi atau berhenti, kami mohon supaya tidak ada perasangka tidak menuduh LSM Kapak, tidak menuduh kawan - kawan lain bahwa yang menghalangi. 

Wakil Ketua DPRD Kotabaru Drs, H. Mukni. AF mengatakan, " Dari satu sisi kalau itu dianggap selesai yang di Teluk Gosong itu pelabuhannya itu juga tidak bisa dioporasikan karena sampai sekarang belum ada penyerahan, sepanjang ini belum ada jaminan dan patut kita pertanyakan sama Dinas Perhubungan kapan bulan penyerahan nya itu. Kalau penyerahan pelabuhannnya itu ada baru kita berbicara saran dan pasarananya Ferrynya, kalau pelabuhanny belum ada bagaimana mau beroperasi. 

Kata Mukni, " Solusinya ini sedikit agak lama karena jamin untuk penyerahan Aset ini tadi itu yang belum ada di Tekuk Gosong dan mungkimkan Menteri Perhubungan ini menyarhkan cuma satu tidak dua sekaligus jadi ini yang jadi persolan. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru Mustakim, SE mengatakan, " Kalau Multi years itu berapa persen dan siapa perusahannya itu kan bisa dipercepat, jadi kami minta kejelasan seperti apa nasib pelabuhan disana yang menjadi notabennya alasannya tidak bisa di sandarkan dipelabuhan PT. SILO itu.

 Kabid ASDP Dishub Kotabaru  Nurul Fitriah mengatakan, " Terkait dengan pengeoprasian kapal Ferry Bamega Jaya memang untuk saat ini belum bisa kita operasikan karena untuk pelabuhan yang berada di Pulau Sebuku kan belum selesai dan menurut perencanaannya di targetkan akhir dari 2018 nanti akan selesai. Karena ini terkait dengan anggaran yang besar maka dia Multi Years tidak bisa sekaligus memang dilaksankan kegiatan pembangunanya. 

 Kata Nurul, " Setelah selesai mungkin juga kita masih menunggu pelimpahan Aset itu dari Kementerian Perhubungan, selanjut untuk kegiatan ferry yang di Pulau sebuku memang memang untuk saat ini dari Minggu kemeren udah di hentikan karena tidak mendapatkan ijin. Mengapa KMP Bamega Jaya tersebut tidak bisa sandar karena diakibatkan perairan di Pulau Sebuku dangkal. 

Camat Pulau Sebuku Yudi mengatakan, " Ferry untuk Sebuku itu penting tidak ada keraguan lagi masyarakat Pulau Sebuku memang memerlukan Ferry, nah kondisinya sekarang adalah pelayanan Ferry itu terhenti. Satu keingninan masyarakat Pulau Sebuku dalam hal ini kami membawa teman - teman Kepala Desa, BPD dan Tokoh masyarakat untuk memastikan kapan pelayanan ini kami bisa kembali yang kena dampak dan kami minta salusinya.

 Kepala Desa Sungai Bali Said menagatakan, " Warga Pulau Sebuku itu berpikirnya simpel sekarang kenapa Ferri itu tidak jalan itu pemikiran otodidak kepada meraka, karena meraka udah merasakan bagaimana ada ferry perekomonian masyarakat meningkat, jual hasil karet, sawit jadi mudah, penjual Roti saja pada saat Ferry menyeberang ke Pulau Sebuku dari Banjarmasin masuk ke Pulau Sebuku, dan bahan sembako dan lainya, kapan ferry ini bisa beroperasi lagi itu yang kami perlukan di Pulau Sebuku.  

Anggota LSM KAPAK Usman Pehero mengatakan, " Kami dari LSM ada kesan gara - gara kami sehingga Feri itu di tutup ini tidak benar, ini masalah persolannya perijinan tidak lengkap. Nah ini lah yang kita harapakan tidak ada niat kami dari LSM menghalang - halangi orang untuk bisnis itu tidak ada. Kita aspirasi, hormati artinya sepanjang  itu tidak melanggar aturan, ketentuan yang kita laksanakan, " tutupnya.(Hasan)

Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top