Sabtu, 13 Mei 2017

Hearing DPRD Kotabaru Penyelesaian Permasalahan Lahan Petani Sawit

Kotabaru (Suara Bamega) Hearing Dengar Pendapat  DPRD Kotabaru penyelesaian permasalahan petani KKPA Desa Terombongsari dengan pihak Management KKPA Minamas, Sabtu (13/5/17) di ruangan rapat gabungan DPRD Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. 
Acara di hadiri Wakil Bupati, Wakil DPRD Kotabaru, Angota Komisi III, Anggota DPRD, Dinas Perkebunan, Camat Sungai Durian, Polsek Sungai Durian, Kepala Desa Terombongsari, Management KKPA Minamas  dan Masyarakat Desa Terombongsari. 

Wakil Bupati Kotabaru Ir. Burhanudin mengatakan, " Saya menyikapi diskusi yang sudah berkembang pada hari sejatinnya memang sudah pada tahap eksekusi, karena pertemuan terdahulu pembentukan tim yang di komadani Martin. Artinya kedua permasalah udah klub yang di sampaikan masyarakat seperti pihutang tadi, kemudian petani Terombongsari tidak terdaptar CPCL pada SK Bupati, Kemudian lahan masyarakat 281 yang selama ini sudah digarap 2008 sampai 2017 tidak memberikan apa - apa dan ini mungkin  kondisinya wanprestasi udah lah penyerahan MOU kita abaikan saja. 

Kata Burhan, " Kita kembalikan dari nol, lahan 281 mau diapakan lahan ini kalau perusahaan mau mengapa bagaimana sekema kerja samanya sekarang ini. Kalau memang tidak sanggup mengelolanya saya sepakat atas permintaan masyarakat di kembalikan saja, karena secara legalitas itu memang masyarak pemerintah akan membantu masyarkat.

Wakil DPRD Kotabaru Muhammad Arif, SH mengatakan, " Perlu  Kalau pihak perusahaan mau menyelesaikan masalah ini saya kira tidak masalah di bantu Dinas perkebunan dan pihak masyarakat Desa  Terombongsari sudah tidak akan bekerja sama lagi dengan pihak perusahaan, jadi ini sudah tidak bisa lagi di tawar - tawar dan selanjutnya untuk menyelesaikan permasalahan ini tidak perlu dibentuk pansus karena, kami menyerah kan tim D3 Terpadu Agraria supaya ini cepat terselesaikan secara paripurna siapa yang biang kerok ya nanti para Polisi yang menyelidikinya.  

Kata Arif, " Yakin permasalahan di dalamnya dan karena ini ada penyimpangan sehingga permasalah ini terjadi, kami ingatkan juga kepada masyarakat Desa Terombongsari supaya menjaga keamanan supaya tetap kondusif sambil menunggu aparat hukum bekerja dan jangan melakukan pelanggaran - pelanggaran hukum, menyelesaikan permasalahan tapi timbul permasalah baru ini juga yang harus kita cermati bersama. 

Kapolsek Sungai Durian IPTU Salahuddin, SH mengatakan, " Kita selaku yang dipercayakan pimpinan Polri supaya hal ini betul- betul terarah, kita juga terima kasih kepada Wakil Bupati biasa mengaspirasi ini dan mudah - mudahan hari ini ada keputusan yang berarti semua masyarakat merasa tenang.  

Management KKPA Minamas Agung mengatakan, " Masalah Terombongsari kita ingin memperbaiki kalau ada kekurangan disitu, cuma beberapa kali pertemuan kita mengajak bertemu tidak mau.  

Kepala Desa Terombongsari  Turisman mengatakan, "  Berdasarkan data, fakta dan keadaan lapangan petani Desa Terombongsari menyepakati dan memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan KKPA  Minamas dan keluar dari KKPA Minamas.

Kata Turisman, "  Karena : 1. Petani merasa dirugikan sejak tahun 2008 - 2017 tidak ada hasil apa - apa, 2. Tidak ada kejelasan dan kepastian kepada letani mendapat hasil, 3. Hutang petani sangat tinggi, 4. Tanah lahan usaha 2 Transmigrasi yang ditunjukan untuk tanaman pangan, 5. Pengeloaan lahan KKPA Desa Terombongsari yang dilakukan oleh perusahaan selama ini tidak serius, " tutupnya. (Hasan)

Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top