Sabtu, 20 Mei 2017

PT. Jasindo Cabang Banjarmasin Menyerahkan Bantuan Asuransi Kepada Nelayan

Kotabaru (Suara Bamega) PT. Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) cabang Bajarmasin menyerahan Asuransi kepada nelayan Kotabaru yang meninggal dunia pada saat bekerja di laut, Jum'at (18/4/17) bertempat di aula Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. 

Penyerahan asurasi kepada nelayan Kotabaru di hadiri Kepala Dinas Perikanan Kotabaru, Stap PT. Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo), Kepala Desa Tanjung Kuyit, Nelayan Senakin, Nelayan Lontar, Nelayan Titian Balai, nelayan Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru. 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru Ir. Mochran mengatakan, " Hari ini sebagai tindak lanjut bagi mereka yang mendapat klaim asuransi dan wawancara, kita mengharap klaim yang 160.000.000,- ini nanti bisa di mamfaat oleh keluarga armarhum Syahrani. Di terima istrinya Fatimah untuk usaha. Kedepan untuk pembagian kartu nelayan dan asuransi mungkin lebih hati -  hati, selektif lagi, sehingga meraka yang mendapatkan orang - orang pekerjaan nelayan. 

Kata Mochran, " Jadi asuransi ini ada tiga : 1. Nelayan yang meninggal dunia pada saat mereka melakukan penangkapan itu mendapatkan Rp. 200.000.000,- 2. Meninggal normal Rp. 160.000.000,- 3. Kalau cacat seumur hidup mendapat Rp. 100.000.000,- 4. Biaya pengobatan Rp. 20.000.000,- Mudah - mudahan meraka yang tidak tahu bisa mendapat dulu mereka yang datang kesini yang mendapat kita juga langsung ke Kacamatan dan desa - desa.  

Stap PT. Jasa Asuransi Indonesia Persero (Jasindo) Cabang Banjarmasi Suriadi Tarigan mengatakan, " PT. Jasa Asuransi Indoneaia ( Jasindo)  adalah perusahaan yang menanggung untuk program asuransi nelayan jadi sesuai dengan program pemerintah ini untuk melaksankan jalan program ini sehubungan dengan terjadinya klem yang telah terjadi dari bapak, ibu sekalian dan juga sebelum - sebelumnya juga sudah pernah ada dari Kotabaru sekitar ada belasan, itu memang sudah kita realisasikan semuanya, udah kita penuhi dimana kalau seadainya dukomen - dukomen yang kita mintakan sudah lengkap Insya Allah akan kami cairkan. 

" Karena tidak ada alasan bagi korporasi sendiri untuk menahan - nahan itu, karena jika korporasi melakukan penahan imbasnya bakalan kembali ke kami lagi. Karena PT. Jasa Asuransi Indonesia Persero ini juga mulik pemerintah (BUMN) yang bergerak dibidang asuransi. Jadi kalau ada proses yang diperlama ujung - ujung adalah kerkorasi yang dikenakan denda.kita sampaikan dulu turut berduka cita, berbela sungkawa atas meninggalnya saudara bapa Syahrani, ini merupakan musibah sebenarnya itu tidak kita inginkan. 

Kata Adi, " Sistem sebenarnya  disini ini bukan sebuah penggatian nyawa, yang perlu kita pahami tentang asuransi jiwa itu bukan penggatian nyawa ini hanya sebuah sumbangan dari pemerintah yang Insya Allah bisa dipergunakan untuk ahli waris baik untuk anak, istri atau untuk kelurga yang lain yang bisa dimamfaatkan sebaik mungkin itu harapan pemerintah sebenarnya.

Lanjut Adi, " Khususnya untuk program pa Joko Widodo ini ketika ibu Susi ini memang sangat genjar - genjarnya untuk melindungi nelayan, itu udah sangat terbukti di keluarga nelayan, salah satu program asuransi ini banyak lagi dan saya nyakin di dinas sendiri dari program - prorgam pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan. Kedepannya yang sangat di inginkan adalah itu adalah orang - orang yang menerima bantuan ini adalah orang - orang yang benar tepat, berhak terhadap bantuan dari pemerintah ini, " tutupnya.(Hasan)
Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top