10 Kelurahan Terbersih Dapat Penghargaan

Suara Bamega
BANJARMASIN (Suara Bamega) Usaha Pemko Banjarmasin menjadikan kota ini menjadi kota Barasih wan Nyaman (Baiman), sepertinya tak sia-sia. Buktinya, dalam lomba kebersihan antar kelurahan tahap pertama Tahun 2017, yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup, Pemko Banjarmasin, tercatat sepuluh kelurahan berhak mendapatkan penghargaan. 

Kelurahan terbaik tersebut antara lain, Kelurahan Pelambuan sebagai juara I, Kelurahan Belitung Selatan, juara II, Kelurahan Sei Jingah, juara III, Kelurahan Pangeran, juara harapan I, Kelurahan Tanjung Pagar, juara harapan II, Kelurahan Pemurus Baru, juara harapan III, Kelurahan Kuin Selatan, juara harapan IV, Kelurahan Kertak Baru Ulu, juara harapan V, Kelurahan Benua Anyar, juara harapan VI, dan Kelurahan Pekapuran Raya, juara harapan VII. 

Penyerahan penghargaan tersebut, dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Hamli Kursani, saat Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan dengan tema Melalui Bank Sampah Kelola Sampah Menjadi Berkah, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (30/5). 

Sekda Kota Banjarmasin Drs Hamli Kursani menyatakan, kegiatan bank sampah di Kota Banjarmasin telah menjadi berkah yang harus diapresiasi semua lapisan masyarakat. Hal tersebut mengingat, terangnya, saat ini Pemko Banjarmasin telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI.

 Dimana, lanjutnya, pada Tahun 2020 nanti, sampah di Banjarmasin hanya 20 persen yang dibawa ke TPS. “Berarti empat bagian habis dikelola di beberpa lokasi. Di sinilah peranan Bank Sampah dalam mengelola sampah-sampah tersebut,” ujarnya, saat membacakan sambutan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Ditargetkan, jelasnya lagi, di akhir tahun 2017 ini bank sampah di Kota Bnajarmasin bisa mencapai 200 buah.

 “Saat ini tercatat sekira 194 buah bank sampah, dan ditahun 2018 nanti, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, berencana membawa para pemenang lomba kebersihan ini melakukan studi banding ke daerah yang berhasil dalam pengelolaan persampahan, seperti Kota Surabaya,” katanya. Untuk diketahui, timbunan sampah di Kota Banjarmasin sudah mencapai 600 ton per hari. 

Hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk di Kota Banjarmasin yang cukup pesat, sehingga mengakibatkan timbunan sampah semakin meningkat. Sistem pengelolaan persampahan merupakan salah satu solusi dalam pengurangan sampah yang ada di Kota Banjarmasin. Pola tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Persampahan Kebersihan dan pertamanan.

 Oleh karena itu dihimbau kepada masyarakat untuk dapat mengelola sampah mulai dari sumbernya atau melalui pola pengelolaan sampah dengan metode bank sampah,” ajak Hamli. Hadir pada acara tersebut, 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Drs Mukhyar MAP dan Jajarannya, Direktur Bank Sampah Kota Banjarmasin, Fathurahman, SOPD lingkup Pemko Bnajarmasin, Para Camat Kota Banjarmasin, para Lurah se Kota Banjarmasin, Pelajar, dan pengelola bank sampah se Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)