Akibat 3 Gorong - Gorong Tidak Berfungsi Terjadi Banjir

Suara Bamega
Kotabaru (Suara Bamega) Akibat tidak berfungsinya 3 unit gorong- gorong yang ada di jalan pahatapan menuju dusun sumpul Desa Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru Kalsel, sehingga menyebabkan meluapnya air sungai kubah ke jalan dengan ketinggian air mencapai 50 cm, Kamis 1/6/17. 

Sementara itu beberapa pengguna jalan memilih bertahan dan tidak berani melintas genangan air karena selain genangan air tinggi di tambah arusnya sangat deras. Hujan yang melanda Desa Geronggang dan sekitarnya sejak jam 03.00 WITA, bah6kan pagi hari menjelang siang masih di guyur hujan gerimis. Akibatnya Desa Geronggang banjir dibeberapa titik langganan banjir. Misalnya di RT 4 RW 1, dan Jalan Pahatapan RT 6 RW 2. Bahkan sudah jadi kebiasaan jika hujan deras selama satu jam seputaran RT 4 dan RT 6 selalu tergenang air akibat meluapnya sungai di sekitar. 

Masyarakat sekitar RT 4, RT 5 dan RT 6 sudah siaga menghadapi banjir, membenahi barang dan menempatkannya di tempat yang lebih tinggi, bahkan sudah ada yang membersihkan lantai rumahnya karena sudah tergenang banjir hingga se mata kaki. Khususnya warga RT 4 dan RT 5. Beberapa warga yang terkena dampak banjir mengeluhkan kondisi banjir yang terus menerus melanda tempat mereka dan belum ada solusi agar air tidak tergenang disepanjang badan jalan yang mengakibatkan luapan hingga ke rumah warga. Berdasarkan pantauan media ini, sepanjang jalan yang terdapat genangan air hingga di bawah lutut mengalami kemacetan karena tidak berani melintas. 

Salah seorang warga RT 6 yang namanya tidak mau di wartakan mengatakan, persoalan banjir menjadi masalah yang dihadapi masyarakat di sekitar jalan Pahatapan RT. 6 ketika diguyur hujan, Kami berharap ada solusi penanganan banjir di beberapa titik di Desa Geronggang khususnya di lingkungan kami RT 6, ungkapnya. Sementara itu koordinator LSM- Lembaga Rakyat Peduli Borneo Kotabaru Wilayah Kelp. 

Tengah Sarkani mengatakan, sebenarnya masalah banjir di RT 6 Pahatapan itu bisa di atasi dengan benar yaitu dengan cara mengganti gorong- gorong yang sudah ada yang tidak berfungsi lagi, kalau hanya di keruk atau di buatkan tanggol pengaman semata percuma dan buang- buang tenaga saja, imbuhnya. 

Lanjut Sarkani, dulu tahun 2015 dan awal 2016 sering di lakukan perbaikan dengan cara di uruk dengan batu dan di buatkan tanggol oleh PT. Bks tapi tidak bertahan lama karena arah barat jalan itu tebing yang menghubungkan dengan sungai besar, jadi ketika air meluap ke jalan otomatis batu- batu dan tanggol hanyut ke sungai. Jadi ini merupakan PR besar bagi Pemerintah Daerah Kotabaru dan Pemerintah Desa Geronggang serta pihak perusahaan setempat bagaimana mencari solusinya, imbuhnya.(Red)