DPRD Kotabaru Hearing Dengan Masyarakat Pulau Laut Tengah

Suara Bamega
Kotabaru (Suara Bamega) Hearing DPRD Kabupaten Kotabaru dengan masyarakat Pulau Laut Tengah Kotabaru, Senin (19/0617) di Gedung DPRD Kotabaru Jalan Pangeran Indra Kusuma Nagara Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.

Hearing DPRD Kotabaru dengan masyarakat di hadiri Ketua DPRD Kotabaru, Wakil ketua DPRD, Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru, Kapolres Kotabaru dan kelompok Tani dari Pulau Laut Tengah yang meliputi Desa Mekarpura, Desa Sungai Pasir, Desa Salino, Desa Semisir dan Desa Selaru dengan menggunakan 5 unit truk dan di ikuti massa kurang lebih 500 warga. 

Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Hj. Alfisah, S. Sos, MAP mengatakan," Aspirasi yang di sampaikan masyarakat hari ini 1.mendukung investasi masuk di Kotabaru khususnya di Pulau Laut Tengah, 2. Hak - hak masyarakat untuk tetap di perhatiakan seperti perkebunan, persawahan dan terkait dengan sakral kuburan kemudian tata batas perusahaan dan masyarakat itu sendiri. 4. DPRD hari hanya menyerap aspirasi. Kenapa kami tidak mengundang pihak - pihak karena kami tidak tahu apa yang di sampaikan, arahnya kemana nanti ada rapat lanjutan perwakilan dimana nanti kami mengudang perusahaan PT. Inhutani, pemerintah yang berwenang.

Anggota DPRD Kotabaru Mustakim, SE mengatakan, " Ada sengketa PT. Inhutani deng PT. MSAM di PTUN bahwa ceritanya PT. MSAM itu kalah, cuma sampai hari saya tidak menerima dukomen - dukomen yang di keluarkan Pengadilan Tata Usaha Tinggi Negara itu sendiri, saya sampaikan untuk mengkelirkan hari tidak mungkin karena pihak - pihak yang berkepentingan atau yang punya kafasitas untuk menjawab beberapa pertanyaan itu tidak ada, salah satu dari Provinsi untuk ke Hutanan kemudian masalah perizinan.

 " Kami sangat sepakat invesetasi itu masuk ke daerah Kabupaten Kotabaru dengan ekonomi saat ini sangat lesu, tapi dengan catatan untuk kemakmuran masyarak. Untuk pohon durian, sawah dan kuburun tidak boleh di ganggu dan hari ini saya garis bawahi tidak mada kepatian di sana dan masalah investasi kami setuju. 

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto S.I.K mengatakan, " Agar masyarakat tidak main hakim sendiri agar membawa aspirasinya ke gedung DPRD Kabupaten Kotabaru ini sehingga apa yang menjadi keluh kesah dan menjadi aspirasi masyarakat itu bisa didengar oleh semua pihak termasuk kami. Bila ada keluhan masyarakat mohon untuk disampaikan kepada pihak kepolisian, karena kami mengemban fungsi dan pembinaan masyarakat Binmas dimana setiap polisi menjadi problem solving sebagai pemecah permasalahan. 

Tuntutan warga yang di sampaikan Muhammad Amurullah : 1. Pada intinya masyarakat Kecamatan Pulau laut tengah yang meliputi Desa Mekarpura, Desa Sungai Pasir, Desa Salino, Desa Semisir dan Desa Selaru menerima adanya PT. M SAM karena masyarakat Pulau Laut Tengah merasa diuntungkan, 2. Dengan adanya PT. MSAM masyarakat sekitar Pulau laut tengah mendapatkan lapangan pekerjaan di PT. MSAM, 

 " 3. Warga tidak keberatan tetapi kebun yang dimiliki oleh warga masyarakat untuk tidak digarap PT. MSAN untuk ditanami kelapa sawit, 4. Warga kecamatan Pulau laut tengah meminta agar tanah pemakaman/perkuburan dan kebun milik masyarakat yang sudah ditanami kebun durian agar jangan digusur karena warga merasa sebelum adanya PT. inhutani sudah ada di wilayah tersebut, 5. Warga masyarakat meminta ganti rugi yang layak dan jangan sampai ada penjarahan tanah yang, " tutupnya. (Hasan)