Gara - Gara iPhone Mahasiswa Ini Terlilit Hutang Nyaris 400 Juta

Suara Bamega
Suara Bamega, Beijing – Karena ingin memilikismartphone idaman, seorang mahasiswi berusia 19 tahun yang menuntut ilmu di kota Xian, provinsi Shanxi, China memilih meminjam uang ke rentenir sebesar 12.000 yuan atau hampir Rp 25 juta.

Uang pinjaman yang sebesar itu digunakan oleh sang mahasiswi tersebut untuk membeli sebuah iPhone 6S Plus. Demikian dikabarkan Shaanxi Television, Sabtu (8/7/2017).

Dari utang yang diajukan itu, rupanya mahasiswa ini hanya mendapatkan 8.000 yuan, karena ada pemotongan biaya servis. Namun, sang rentenir bersikukuh mengatakan kalau dirinya telah meminjamkan 12.000 yuan kepada mahasiswi itu.

Saat rentenir menagih, mahasiswi itu baru sadar kalau ternyata dia tidak memiliki uang untuk melunasi utangnya. Karena sudah putus asa, mahasiswi ini kembali meminjam uang ke rentenir yang lain dan dalam waktu singkat utangnya kian menggunung.

“Saya sangat ingin membeli telepon genggam. Saya terpengaruh mahasiswa lain, mereka semua memiliki ponsel. Jadi saya membeli sebuah iPhone,” kata mahasiswi itu.

Namun, kegembiraan tersebut hanya berlangsung sesaat dan berubah menjadi malapetaka baginya. Soalnya sang rentenir terus menagih setiap harinya, bahkan mahasiswi ini ditelpon berkali-kali dalam sehari.

Bukan hanya itu, para rentenir itu juga mengirimkan foto sang mahasiswi yang sudah dia edit sehingga tampat telanjang. Foto “telanjang” yang sudah diedit tersebut kemudian dikirim ke orangtua sang mahasiswi.

Teror tersebut membuat keluarga mahasiswi ini tertekan, padahal sebelumnya ia sangat bangga dengan putri karena telah lolos ujian nasional dan diterima di sebuah universitas ternama di Shanxi, China.

Ayah mahasiswi yang merupakan seorang petani petani asal Xianyang, mengatakan, dia pernah mendapati putrinya menggenggam sebotol pil tidur. Dan mahasiswi itu mengatakan kepada Ayahnya, jika dirinya meninggal dunia maka semua utangnya akan lunas.

Meski kedua orang tua mahasiswi ini hanya memiliki berpenghasilan 20.000 yuan atau sekitar Rp 40 juta setahun, tapi mereka berjanji untuk melunasi utang putrinya yang sudah membengkak.

Kedua orangtua mahasiswi ini pun terpaksa mengeluarkan semua tabungannya untuk 170.000 yuan atau Rp 334 juta untuk melunasi sebagian utang putri. Setelah dibayar sedemikian besar, sang putri masih memiliki utang 60.000 yuan atau Rp 118 juta.

Karena tak punya uang lagi untuk melunasi utang anaknya, merekapun menghubungi media setempat untuk meminta bantuan agar bisa mendapatkan pengacara demi penyelesaian masalah ini. Menurut undang-undang China, pinjaman dengan bunga tahunan di atas 24 persen dianggap ilegal.

Dengan bantuan pengacara ini, keluarga mahasiswi itu bisa menyeret sang rentenir ke pengadilan dan bisa memperoleh sebagian yang tabungan mereka, " (Atmin)