Hearing DPRD Kabupaten Kotabaru Permasalah Sampah

Suara Bamega
Kotabaru (Suara Bamega) Hearing dengar pendapat DPRD Kabupaten Kotabaru dengan masyarakat Desa Semayap yang mengeluhkan penangan sampah di RT 06 kurang maksimal pengangkutannya, Senin (3/7/17) di ruangan Hearing DPRD Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.

Acara Hearing dengar pendapat di hadiri Wakil DPRD Kotabaru, Ketua Komisi III, Anggota DPRD, Kepala DLHD, Kepala Desa Semayap, Ketua RT 06 dan masyarakat desa Semayap Kabupaten Kotabaru.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Muhammad Arif, SH.,M.Hum mengatakan, " Dengar pendapat hari ini adalah dari masyarakat desa Semayap mengeluhkan penanganan sampah di RT. 06, dan masyarakat mengharapakan dengar pendapat di DPRD hari ini ada selusinya. Kita tahu persisi bahwa sampah baik dilihat dari kacamata kesehatan kurang baik dan pandangan mata kurang baik, mudah -mudahan hari ini bisa kita pecahkan bersama.

Kepala Plt DLHD Kabupaten Kotabaru H. Said Rizani Fahri, S.Sos., M.AP mengatakan, " Setiap tahun voleme sampah kita di Kotabaru ini kan bukan semakin menurun sementara armada kita pun jumlahnya tetap, karena banyak sampah itu jadi penangan sampah terlambat. Karena itu tugas berat bagi kita untuk bagaimana dengan armada yang sudah tua juga dengan jumlah sangat terbatas.

Kata Rizani, " Mobil pengakut sampah kita yang aktip 10 mengagkut satu hari dua kali. Kita ingin partisipasi masyarakat ingin  kita dorong, dari DLHD itu ada Bank sampah karena itu mengurangi sampah. Mudah kedepan kita melakukan sosialisasi kepada desa - desa yang komitmen untuk mambantu kita terhadap pengelolaan sampah karena mungkin juga di bantu dengan Dana Desa pengelolaan sampah ini.

Kepala Desa Semayap Hj. Hamiah mengatakan, " Di desa Semayap yang nama sampah paling besar di desa kami, hampi 16 ribu jiwa masalah sampah besar seperti di Gor tidak berhentinya itu sampah, pagi diambil siang penuh sore masih ada ini seperti pembuangan akhir.
Kadang ada sampai satu minggu sampah tidak di angkut kesihan anak - anak sekolah mencium bau sampah itu. Mudah pemerintah bisa membantu dalam permasalahan penumpukan sampah ini dan bisa terangkut tidak lama menumuk.

Masyarakat RT. 06 Gang 4 Porwosari Desa Semayap Edi mengatakan, " Kami warga RT.6 dulunya tidak pernah ada sama sekali keluhan mengenai  masalah sampah, karena pada waktu itu sistem pengangkutan sampah dari TPS kami pagi sudah bersih. Setalah waktu berjalan berubahlah sistem itu dari truk pengangkutan pagi dan sore berupah pengangkutan dari Tosa, dari itu lah masalah mulai timbul. 

Kata Edi, " Otomatis kalau satu hari, satu kali Tosa itu mengangkut itu tidak akan terselesaikan, sampah itu di angkut semua karena volemenya. Harapan kita pengangkutan sampah di tangani dengan baik tidak lagi ada penumpukan sampah dan bebas sampah, " tutupnya.(Hasan)