Kisah Nike Ardilla Anak Angkat KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghoni

Suara Bamega

SuaraBamega.com - Nike Ardila adalah seorang penyanyi pop di era 90an. Dia kelahiran 27 Desember 1975. Dia meninggal dalam usia 19 tahun pada tanggal 19 Maret 1995.  Banyak orang mengatakan bahwa dia mati menimbulkan karomat. hampir tiap hari makamnya diziarahi banyak orang, Jum'at (28/7/17.)


Pernah dulu tahun 2009 alfaqir ziaroh kequbur Nike Ardila dan silaturrahmi ke rumah ibu beliau (ibu Nining Ningsihrat). alfaqir menanyakan kepada ibu beliau apa amalan Nike Ardila selama hidup sampai dikatakan banyak orang mati dalam menimbulkan karomat.

Jawab ibu Nining, "dia tidak punya apa - apa, sholat sering bolong. tapi dia ga bisa mengejek orang sekalipun dan ga bisa menggaduh masalah orang lain. serta dia punya ayah angkat yang ada di banjar di Sekumpul yang disebut orang "Abah Guru Sekumpul. Nah ayah angkatnya itu yang mengajarkan Nike untuk shalat dan wirid."

Wirid yang dibaca cuma shalawat 100x sehari dan Istighfar 100x sehari itu saja amalan yang ayah angkat Nike beri ke Nike.
Dan satu lagi Nike bilang ke saya bahwa ayah angkatnya itu seorang wali.  karna orang banjar menyebutkan bahwa ayah angkatnya itu wali dan Nike percaya bahwa ayah angkatnya itu wali.

Setelah Nike meninggal, saya sering mimpi Nike bahwa Nike sangat bahagia di sana. Dan pada tahun 2009 saya mimpi Nike tapi Nike bersama banyak orang yang pakaian semuanya putih - putih.  Kata Nike ke saya, "ibu.... aku di sini bersama ayah angkatku," kata Nike kepada ibunya. Dan orang sekitar maqom Nike pun sering melihat maqom Nike selalu mengeluarkan cahaya.
Itulah kata ibu Nining (ibunda Nike Ardila).

Nike Ardila cuma penyanyi biasa yang tidak menuntut ilmu sama sekali bahkan shalatpun sering bolong kata ibundanya. Cuma dia percaya dengan wali.  Cuma modal percaya sama wali dan tidak mengejek keburukan orang lain udah dikasih Allah karomat.

Jauh bedanya dengan kita, namun kita cuma bisa minta ampun dan mengharap mati dalam keadaan husnul khatimah Aamiin..
Semoga kita juga bisa menuruti akan hal yang demikian itu, Aamiin... dimatikan dalam husnul khatimah, mampu  mengucap kalimat syahadat wan dihadiri Rasulullah..... aamiiin. (Red)