Presiden RI Joko Widodo Tutup Rakernas XII Apeksi

Suara Bamega
BANJARMASIN (Suara Bamega) Rakernas XII Apeksi 2017 di Kota Malang usai digelar dan rekomendasi yang telah dibahas kini tinggal menunggu tindaklanjuti dari tim Apeksi pusat.

Sebelum ditutup secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo, Kamis (20/07), para anggota Apeksi seluruh Indonesia terlebih dahulu melaksanakan beberapa sidang pleno yang salah satunya membahas tentang KPPU dan badan usaha, dengan moderator Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Selain itu, dalam sidang tersebut, juga dibahas tentang kota mana yang akan dijadikan penyelenggaraan Rakernas Apeksi XIII tahun 2018.
Awalnya ada empat daerah yang menjadi nominator penyelenggaran Rakernas Apeksi tahun depan yakni, Kota Tarakan, Kalimatan Utara, Kota Padang, Kota Mataram, dan Kota Palu.

Namun dari hasil musyarawarah, akhirnya disepakati Kota Tarakan, Kalimantan Utara yang akan dijadikan tempat penyelenggaraannya.
Sementara itu, dalam arahannya, Presiden Joko Widodo melalui Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin meminta para anggota Apeksi segera melakukan perubahan di daerah mereka masing-masing. Tujuannya, katanya, agar Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain.

Selain itu, Jokowi juga meminta semua daerah khususnya para Walikota mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Bahkan, ia juga meminta semua jajarannya agar tidak terjebak dalam rutinitas dan pemikiran-pemikiran lama. Dibeberkannya, masih banyak inovasi yang dapat dilahirkan dari pemikiran-pemikiran yang jauh menerawang ke masa datang. "Jangan senang yang namanya rutinitas, jangan senang yang namanya terjebak hal linier, jangan senang yang namanya terjebak sama hal-hal yang monoton, karena dunia berubah cepat sekali," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali memaparkan terkait tiga kunci utama yang diperlukan daerah untuk meraih keunggulan. Pertama inovasi. Katanya, di era persaingan saat ini, dibutuhkan inovasi-inovasi baru yang dapat membawa perbedaan antara satu dengan lainnya.

Kemudian kedua kreatif. Menurut Presiden, bangsa Indonesia, utamanya para pemuda, sesungguhnya telah memiliki salah satu modal dalam menghadapi persaingan ini. Inilah yang harus dimanfaatkan betul oleh pemerintah agar dapat menggali potensi yang ada untuk kepentingan bersama. Sedangkan ketiga tentang entrepreneurship yang harus terus ditumbuhkan dimasyarakat. "Kalau tiga hal ini tidak disiapkan, baik lewat kebijakan Walikota, pemerintah kota, dan bupati, kita tidak memenangkan persaingan itu.

Tugas negara, tugas pemerintah pusat, tugas pemerintah provinsi, dan tugas pemerintah kota adalah menyiapkan agar SDM kita siap menghadapi perubahan yang sangat cepat ini," tegasnya.
Sebelumnya acara penutupan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang juga Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) V Kalimantan, melaksanakan kegiatan menanamkan pohon buah Kasturi di lapangan Singha Merjosari, Kota Malang.

Kepada awak media, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini menyatakan, taman Kamboja yang berada di Jalan Anang Adenansi, Banjarmasin Tengah, tak lama akan dibuat ruang terbuka hijau ramah anak yang dilengkapi dengan air mancur menari serta aspek pendukung lainnya. Sehingga, lanjutnya, fasilitas yang tersedia seperti di lapangan Singha bisa disediakan juga di lapangan Kamboja.

Tak hanya itu, Ibnu Sina kembali menjelaskan, di 2018 nanti di blok B di lapangan Kamboja direncanakan akan dibuatkan juga taman ramah anak. “Kita sudah usulkan ke kementerian dan akhir bulan ini tim kementerian akan datang untuk melihat kelayakannya.(humpro-bjm)