7 Pantai di Indonesia ini Berpasir Hitam yang Eksotis

Suara Bamega
SuaraBamega.com - Jika kita membayangkan Pantai maka yang terbayangkan dalam pemikiran kita biasanya adalah identik dengan pasir putihnya. Pantai berpasir warna warni pun sudah banyak yang tahu seperti trit saya beberapa waktu yang lalu . Lalu bagaimana dengan pantai berpasir hitam? Gan dan Sist pasti banyak belum pernah menhetahui. Pasti penasaran ya, kenapa pantai bisa berpasir hitam?

Padahal beberapa pantai berpasir hitam ini di antaranya sudah dikenal hingga mancanegara. Namun masih ada pula beberapa pantai yang kurang tereksplor karena letaknya yang tersembunyi namun yakinlah, pantai-pantai berpasir hitam ini sangat eksotis. Berikut 7 Pantai di Indonesia ini Berpasir Hitam yang Eksotis versi SeruIndonesia.com

1. Pantai Lovina, Buleleng – Bali
Ini salah satu pantai berpasir hitam yang terkenal sampai mancanegara dan diulas di salah satu artikel berbahasa inggris. Tak ada yang meragukan keindahan pantai-pantai yang ada di Bali. Keeksotisannya bahkan sudah terkenal sampai belahan dunia. Pantai Lovina merupakan pantai berpasir hitam yang berasal dari lava Gunung Agung yang telah membeku. Pantai ini cocok sekali untuk didatangi oleh Anda yang ingin berwisata yang sepi dari riuhnya suasana ibu kota. Pantai ini dikelilingi tujuh desa nelayan. Selain berjemur dan berenang, pantai ini pun menjadi tempat terbaik untuk snorkeling dan melihat lumba-lumba.

2. Pantai Batu Putih, Bitung – Sulawesi Utara
Ini juga salah satu pantai yang diulas oleh webiste luar negeri, namun di artikelnya disebutkan lokasi pantai ini, yaitu di Tangkoko Nature Reserve, Indonesia. Pantai Batu Putih berada di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih di Bitung, Sulawesi Utara, menjadi habibat bagi satwa endemik Sulawesi yaitu tarsius. Mamalia berukuran kecil ini menarik berbagai ilmuan serta wisatawan untuk menghilangkan penasaran akan wujud tarsius yang menggemaskan. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri karena memiliki pasir hitam dengan teksturnya yang lembut. Di Pantai Batu Putih inilah tempat yang pas untuk menghilangkan rasa lelah.

Memandangi panorama birunya laut serta gumpalan awan putih yang cantik, menjadi aktivitas yang tepat setelah berkeliling di dalam hutan. Ombaknya yang tenang, sesekali terdengar suara burung-burung yang menjadi penghuni TWA menambah suana tenang yang diidamkan menjadi nyata.

Bentangkanlah kain pantai lalu rebahkan tubuh Anda, biarkan alam membuat tubuh sedikit santai dan sejenak melepas kejenuhan. Ini akan menjadi relaksasi yang berhaga saat berada di Pantai Batu Putih. Suasananya yang hening menenangkan bisa membuat pikiran Anda yang stres perlahan-lahan pulih kembali.

3. Pantai Batudawa, Karangasem – Bali
Pantai Batudawa terletak di Banjar Dinas Batudawa, desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali. Salah satu pesisir indah di ujung Timur pulau Bali, tempat ini merupakan tetangga dekat dai pantai Tulamben yang merupakan destinasi wisata bahari tersohor untuk diving dan snorkeling. Pantai Batudawa jarang sekali diekspose keindahannya walaupun menawarkan keindahan pesona laut yang cukup membuat anda berdecak kagum.

Pantai Batudawa masih jarang dikunjungi oleh wisatawan, oleh sebab itulah tempat ini menjadi keunikan tersendri bagi orang-orang tertentu yang butuh ketenangan dan kenyamanan sebuah tempat wisata. Suasananya tenang dan nyaman, hanya sesekali perahu tradisional terlihat melaut, pada beberapa bagian sisi pantai terlihat para pemancing mencoba keberuntungan mereka dengan melempar kail mereka ke tengah pantai. Udara pantai terasa sangat segar, terasa ikut memanjakan ke para penikmatnya.

Keindahan pesisir tidak hanya dimiliki oleh pantai berpasir putih saja seperti pantai Kuta, Sanur maupun Tanjung Benoa. Namun juga oleh pantai Batudawa yang berpasir hitam, kemilau pasir yang diterpa oleh sinar matahari pada siang hari terlihat begitu indah dan berpadu serasi dengan birunya air laut ditambah lagi nuansanya yang tenang, semilir angin pantai menambah segarnya dan bisa menenggelamkan segala kejenuhan anda.

4. Pantai Lembeng, Gianyar – Bali
Pantai yang terletak di Desa Lembeng, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, juga mempunyai hamparan pasir berwarna hitam. Pantai Lembeng masih alami dan sepi dari pengunjung, jadi tempat ini tepat untuk anda yang membutuhkan ketenangan dan melepas kepenatan sambil menikmati keindahan pantai.

Untuk mencapai Pantai Lembeng, dibutuhkan waktu kurang lebih 50 menit dari Bandara Ngurah Rai, atau sekitar 30 menit dari Denpasar.

5. Pantai Parangtritis, Bantul – Yogyakarta
Bisa dibilang, Pantai Parangtritis merupakan pantai di Yogyakarta yang paling nge-hits sejak dulu hingga kini. Di Parangtritis kamu bisa merajut cerita romantis, menyaksikan senja nan eksotis, hingga mendengarkan legenda serta kisah mistis.

Pantai Parangtritis terletak di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, sekitar 27 km dari Yogyakarta. Jika membawa kendaraan pribadi, kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 30 – 45 menit. Selain menggunakan kendaraan pribadi, Parangtritis bisa dicapai menggunakan transportasi umum. Kamu bisa naik bus jurusan Jogja – Parangtritis dari Terminal Giwangan atau dari Pojok Benteng Kulon (Jalan Parangtritis).

Berbeda dengan pantai-pantai Gunungkidul yang berpasir putih, pantai ini berpasir hitam. Konon pasir hitam yang ada di pantai ini merupakan pasir yang berasal dari lereng merapi. Material vulkanik ini dibawa oleh aliran Sungai Opak. Di beberapa lokasi, pasir yang terkena hempasan angin secara terus menerus ini berubah menjadi sand dune (gumuk pasir) yang indah dan menyerupai alam padang gurun.

Pantai Parangtritis merupakan pantai yang cocok dikunjungi oleh siapapun, baik kamu yang masih muda, atau orang-orang tua bersama anak-anak mereka. Di Pantai Parangtritis ada banyak hal yang bisa dilakukan seperti berkejaran dengan ombak, membangun istana pasir, menikmati kelapa muda dan ikan laut, hunting foto, atau sekadar duduk-duduk di bawah payung warna-warni. Jika kamu ingin menginap, di sekitaran Pantai Parangtritis juga terdapat banyak penginapan dan losmen dengan tarif beragam.

6. Pantai Pasir Hitam, Wolowa – Sulawesi Tenggara. Pantai yang satu ini, sesuai namanya, memiliki pasir dengan warna hitam pekat dan empuk ketika diinjak. Terletak di Desa Wolowa, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, pantai ini mulai banyak dikunjungi masyarakat sekitar sejak tahun 2016 lalu.

Nama Pantai Pasir Hitam sendiri dipilih bukan tanpa sebab. Warga lebih gampang mengingat pantai ini dengan nama tersebut karena penampakan pasirnya yang memang hitam pekat. Selain pasir, ada juga batu cadas besar yang menghiasi di sekitar pantai. Di pantai ini juga terdapat pohon besar yang melintang di atas pasir sehingga menambah eksotisme luar biasa Pantai Pasir Hitam ini.

Posisi pantai ini terletak di pinggir jalan raya utama Kabupaten Buton sehingga mudah dijangkau bahkan untuk mereka yang tak niat mampir ke pantai tersebut. Banyak orang yang sekedar melintas kemudian melihat pantai ini bagus dan sayang untuk melewatkannya. Hal ini membuat Pantai Pasir Hitam Buton cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Hanya butuh 15 menit dari Kota Kabupaten Buton ke arah Desa Wolowa. Waktu yang paling sesuai untuk mengunjungi pantai ini adalah saat sore hari. Pasalnya, di waktu ini air laut sudah surut dan lo bisa bebas bermain di pantai ini sambil foto-foto bareng keluarga. Jangan lupa bawa bekal untuk piknik.

7. Pantai Licin, Malang – Jawa Timur
Pantai yang terletak di Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, ini berbeda dengan kebanyakan pantai yang berlokasi di Malang Selatan. Pantai ini pasirnya hitam legam akibat muntahan lahar meletusnya Gunung Semeru. Fenomena alam yang langka ini menjadikan Pantai Licin semakin indah. Sepanjang perjalanan menuju ke pantai ini, kalian akan disuguhi pemandangan tebing di sisi kanan dan sungai aliran lahar Gunung Semeru di sisi kiri yang sangat memukau. Pantai yang awalnya bernama Pantai Pasir Putih ini berganti nama menjadi Pantai Licin sekitar tahun 1960-an karena kawasan tersebut terkenal cukup licin akibat lumut dikarenakan di sekitar pantai dan perkampungan tersebut dulunya hutan lebat dan menjadi tempat banjir, hingga akhirnya seluruh tanahnya berlumut dan sangat licin. Makanya sampai sekarang disebut Dusun Licin dan pantainya disebut Pantai Licin. Satu lagi destinasi not too far from home yang bisa kalian datangi.

Mengunjungi objek wisata pantai yang bukan mainstream seperti ini akan menjadi keasyikkan tersendiri, apalagi jika ternyata kawasan tersebut masih sepi pengunjung dan belum tersentuh oleh investor.(Red)