Rabu, 16 Agustus 2017

Kapolri Sebut Banyak Radikalisme Disebarkan Melalui Taklim Tertentu

SuaraBamega.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan paham radikalisme banyak disebarkan melalui kegiatan taklim tertentu. Sebab itu, perlu ada pendekatan yang lebih lunak (soft approach) dalam deradikalisasi untuk mengatasi perkembangan paham melalui kegiatan tersebut.

“Ini merupakan kenyataannya bahwa sejumlah radikalisme disebarkan melalui kegiatan taklim. Tapi jangan salah persepsi, ini hanya taklim-taklim tertentu,” kata Tito Karnavian usai menghadiri acara Simposium Nasional Taruna Merah Putih di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Kuncinya, menurut Tito adalah semakin menguatkan ide-ide Pancasila, Islam moderat dan demokrasi. “Ketiga itu adalah kuncinya. Untuk Islam moderat contohnya Islam Nusantara kalau di Nahdatul Ulama, atau Islam berkemajuan kalau di Muhammadiyah,” kata Tito.

Selain itu, ia juga mengatakan perlu ada penelitian di berbagai daerah mengenai deradikalisasi. “Karena pengalaman kita, perlu model deradikalisasi yang berbeda untuk setiap daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahid Institute, Yenny Wahid menyinggung adanya sejumlah pihak yang masih menginginkan sistem khilafah di Indonesia. “Gak usah deh hal yang ngawang-ngawang, semua itu hanya utopia. Kita sudah sepakat demokrasi Pancasila, karena itu yang paling terbaik,” ujarnya.(Red)
Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top