Jumat, 25 Agustus 2017

Ratusan Warga Berkumpul untuk Mengusir Satu Pengusaha Kayu Keluar dari Alalak

SuaraBamega.com, BANJARMASIN - Ratusan masyarakat baik ibu-ibu serta bapak-bapak yang berdomisili di Alalak Tengah RT 9, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13, RT 14, serta RT 15 tampaknya sudah bulat untuk melakukan aksi 'pengusiran' kepada satu warga pendatang yang juga pengusaha kayu bernama Dedes.
Pada Kamis (24/8/2017) sore, mereka berkumpul di satu irumah warga dan mereka melakukan koordinasi untuk aksi meminta Dedes untuk angkat kaki dari Alalak.

Terlihat para warga ini sedikit emosi dan mereka berkumpul untuk melajukan koordinasi untuk menbgusir Dedes dari
Alalak. Satu ibu, Arifah mengaku bahwa harga mati Dedes meski keluar dari Alalak.

"Pokoknya kami tak terima Dedes di sini. Dia sudah mengingkari kesepakatan. Tak mau menjual kayu ke warga dan juga tak membantu pesantren padahal sudah berjanji," paparnya.

"Kami minta Dedes untuk angkat kaki, kesempatan tidak duya kali," paparnya mereka berkumpul untuk persiapan melakukan pengusiran kepada yang bersangkutan.
Satu perwakilan warga lainnya, Amin mengungkapkan Dedes telah mengingkari kesepakatan yang telah dibuat didepan Danramil, Camat, Kapolsek, beberapa waktu lalu yang berjanji untuk menjual kayu kepada warga sekitar.

"Keberadaannya tak mensejahteraan warga sekitar," ujarnya.
Sama seperti keduanya, satu warga lainnya Hakim mengaku dengan tak adanya bahan baku maka otomatis warga tak bekerja. Padahal seharusnya sesuai kesepakatan Dedes harusnya menjual kayu ke mereka. Ini malah tak dilakukannya dan ternyata menjual ke warga luar Alalak. 

Tokoh masyarakat Alalak, H Maulana mengatakan dalam kilas balik sebelum RI lahir, daerah Alakak adalah sentra industri kayu. Dedes yang merupakan pendatang ini tanpa permisi masuk ke Alalak.
Pihaknya menilai yang bersangkutan tak memiiki etika yang mana yang bersangkutan berbisnis log dan log nya pernah singgah di dekat Masjid Nenas.

Kemudian dia berjanji ingin bantu pesantren namun tak ada realisasinya, sering ada kayu log asal Kalteng warga Alalak datang mau beli katanya sudah ada yang beli antaranya Dedes, hingga warga bereaksi," paparnya.

Inilah yang membuat masyarakat 'bergolak' dan ingin turun melakukan pengusiran namun camat mencegah hingga terciptalah kesepakatan beberapa waktu lalu di depan Muspika.
Seiring waktu berlalu, yang bersangkutan mengingkari kesepakatan dan tak menjual kayu ke warga namun ke orang luar. Ini penghinaan bagi warga Alalak, dia harus diusir dari Alalak," paparnya disambut yel yel dari warga yang berkumpul.(Red)

Disclaimer: Gambar, Artikel ataupun Video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda :
Iklan

Top