Sidang Pembunuhan Rafika Hasanuddin, JPU Hadirkan Saksi Ahli

Suara Bamega
SuaraBamega.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Indah Fajrawati Ishak hadirkan saksi ahli di persidangan kasus pembunuhan Rafika Hasanuddin (22) di Pengadilan Negeri Gowa, Senin (31/07/17) siang.

“Kita hadirkan saksi ahli dari Labfor Polda Sulsel untuk memberikan keterangannya terkait hasil sidik telapak kaki di TKP,” ujarnya.

Lanjut wanita yang akrab disapa Indah ini pun membeberkan bahwa dirinya menuntut terdakwa maksimal hukuman penjara seumur hidup dengan tiga pasal yang ia dakwakan yakni 365, 338, dan 339 KUHP.

Baca Juga: Terungkap Penyebab Tewasnya Rafika Hasanuddin

Majelis Hakim, Amran S Herman pun telah mengambil keterangan saksi ahli dari tim laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel. Alhasil keterangan saksi tersebut justru memberatkan terdakwa (Saleh) di persidangan ke 9 kali ini.

Pasalnya saksi ahli, telah meyetor bukti berita acara hasil olah laboratorium, yang menyatakan sidik telapak kaki yang ditemukan di TKP identik telapak terdakwa.

“Hasil dari labfor identik sama sidik telapak kaki terdakwa. Itu diambil dari penyidik Polres Gowa,” ujar Made dihadapan Hakim.

Mestipun PH terdakwa sempat mencerca puluhan pertanyaan tentang keabsahan hasil olah TKP, namun tim forensik ini pun menyatakan jika pihaknya telah mengidentifikasi TKP sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Ada tiga SOP yang dapat digunakan, yaitu identik lebih dari identik dan kabur atau tidak terbaca,” jawabnya kepada Kuasa Hukum terdakwa.

Berbeda, Kuasa Hukum terdakwa, Budi Budi Mindzatu menanggapi keterangan saksi ahli yang dari pihak JPU bahwa, Keterangan saksi ahli cukup membantu kami mengungkap perkara ini, namun kami belum merasa yakin.

“Berdasarkan keterangan saksi – saksi yang lalu, yang pertama menemukan korban adalah terdakwa. Akan tetapi terdakwa pada saat itu, masuk kedalam rumah (TKP) tidak menggunakan alas kaki,” ungkapnya.

Bahkan kuasa hukum terdakwa pun tak bisa memberikan bukti jika telapak kaki yang ditemukan di TKP bukan milik terdakwa. Namun dirinya terus beralasan jika pihaknya hanya mengikuti keterangan saksi – saksi lainnya.

“Kami meragukan. Yang jelas ketika berbicara tentang sidik harus didukung oleh sidik yang lain, sehingga kami menyatakan hal ini belum bisa membuktikan bahwa terdakwa adalah pelaku, karena saksi ahli sendiri harus didukung keterangan saksi lain,” tepis Budi.

Sementara, sidang yang sempat ditunda, akan dilanjutkan kembali pada 10 Agustus 2017 mendatang dengan agenda yang sama yakni seputaran keterangan saksi dari pihak JPU.

Diketahui, korban Rafika Hasanuddin yang merupakan alumni mahasiswa Farmasi Universitas Indonesia Timur (UIT) ditemukan tewas di rumahnya, Perumahan Yusuf Bauti Garde, Jl  Manggarupi, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Senin (16/1/2017) lalu  dengan leher yang tergorok..

Sedangkan, Saleh merupakan security kompleks perumahan tersebut telah terduga melakukan pembunuhan tersebut. Ia hingga kini tengah menjalani persidangannya di Pengadilan setempat.

Sebelumnya terdakwa pernah didakwa degan kasus yang sama (pembunuhan) di Kabupaten Jeneponto, dan ini merupakan kedua kalinya.(Red)