Terima Kasih Masyarakat Kota Seribu Sungai Target Tahun Depan Adipura Kencana

Suara Bamega

SuaraBamega.com, Banjarmasin – Tim penerima dan penyambutan Piala Adipura kategori kota besar yang dipimpin Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah sukses membawa penghargaan bergengsi itu ke Balai Kota Banjarmasin. 

Penghargaan spesial untuk kategori kota besar itu diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya kepada Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah di Auditorium Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (02/08).

Menurut Hermansyah, keberhasilan Pemko Banjarmasin untuk ketiga kalinya meraih penghargaan bergengsi tersebut tak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat kota seribu sungai yang telah mendukung program Baiman. 

“Kami dari Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh lapisan masyarakat kota seribu sungai, sehingga untuk ketiga kalinya Banjarmasin meraih piala adipura untuk kategori kota besar,” katanya. 

Sebagai tindaklanjut dari diterimanya penghargaan ini, lanjut Hermansyah, Pemko Banjarmasin kembali akan menggelar kegiatan Babarasi kota jilid III. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan tahun depan Kota Banjarmasin kembali meraih Piala Adipura Kecana.

Memang, katanya, untuk meraih penghargaan adipura kencana itu bukalah hal yang mudah. Namun begitu, Pemko Banjarmasin dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat merasa optimis lambang supremasi kebersihan kota itu dapat dihadirkan kembali di tengah- tengah masyarakat kota ini. 

Setelah bulan Agustus ini kami akan mencoba merumuskan pasal-pasal agar bisa mendapatan kembali piala Adipura untuk ke empat kalinya. Nanti kami juga akan membuat tugu Adipura dengan tujuan untuk memberikan semangat kepada masyarakat dan sebagai simbol hasil kerja keras Pemko Banjarmasin bersama seluruh lapisan masyarakat, yang telah membersihkan kota ini, sesuai dengan moto kita Barasih wan Nyaman,” ujarnya. 

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina juga mengatakan, target Pemko Banjarmasin untuk tahun 2018 nanti ialah mendapatkan kembali piala Adipura untuk keempatkanya. Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Kota Banjarmasin ini langsung menarget tahun depan Kota Banjarmasin harus mendapatkan Piala Adipura Kecana atau Adipura Paripurna. 

Karena kita sudah mendapatkan tiga kali berturut turut Piala Adipura ini, maka wajib tahun depan kita mendapatkan Piala Adipura Kencana atau Piala Adipura Paripuna. Nah untuk itu sudah tidak ada lagi toleransi untuk Kota Banjarmasin karena memang harus benar-benar bersih dan indah,” tegasnya.

Dijelaskannya lagi, Piala Adipura yang telah diterima Pemko Banjarmasin ini berbeda dengan Piala Adipura yang diterima kota lain. Sebab, Piala yang kini bertengger manis diantara deretan penghargaan yang menghiasi Balai Kota Banjarmasin itu ,merupakan Piala Adipura untuk kategori kota besar. 

Kategori kita itu adalah kategori kota besar tentu ini adalah ikhtiar bersama dari semua pihak, kami Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan sebesar-besarnya terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah berperilaku hidup bersih dan sadar akan kebersihan lingkungan sekitarnya,” ucapnya. 

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya meminta seluruh daerah di Indonesia untuk melakukan koreksi besar terhadap pengelolaan hutan. “Jangan mikir rutinitas saja, jangan berpikir linier, jangan berpikir monoton terhadap pengelolaan hutan kita saat ini. Saat ini ada Rakernas, ini kesempatan untuk merumuskan pengelolaan huta dan lahan gambut yang lebih baik,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga menghendaki Indonesia bisa mencontoh negara lain yang telah berhasil mengelola lingkungan dan perekonomiannya. Dan ia meminta semua daerah untuk tidak bermain-main dalam hal pengelolaan hutan. “Banyak hal yang bisa dikerjakan dalam pengelolaan hutan. Jadi jangan main-main,” tegasnya.
Sementara itu

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menjelaskan, program Adipura bertujuan untuk mewujudkan kota yang bersih, teduh, sehat dan berkelanjutan. Melalui program Adipura, diharapkan pemerintah daerah mampu mendorong penyelesaian berbagai isu lingkungan hidup.

Metode yang dilakukan untuk penilaian dalam program ini, terangnya, melalui dua cara, yakni metode desk analysis atas dokumen informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup, dan wawancara dengan kepala daerah terkait dengan response dan kepemimpinannya. “Penilaian dilakukan tim panel independen yang anggotanya melibatkan para aktivis lingkungan, budayawan, jurnalis, akademisi dan aparat pemerintah,” bebernya.(humpro-bjm)